Sabtu, 15 November 2014

misteri handphone reza yang hilang

Hawa dingin mengepung sabtu pagi yang begitu tenang.Reza seorang mahasiswa fisip diuniversitas ternama jakarta terbangun dengan wajah kebingungan. Tangannya menjulur kebalik bantal kepala seraya mencari sesuatu. Tiba2 dia tersadar dan segera bangkit lalu mengobrakabrik tempat tidurnya. Seisi kamar pun terbongkar. seperti satpolpp yang menggusur jualan pedagangliar diemperan jalan. Reza berfikir keras, bertanya dalam hati kemana handphone pribadinya. Badannya lesu. dengan langkah gontai reza menuju kamarmandi membersihkan diri sebelum kembali kemasalah yang merusak akhirpekan yang indah itu. 
Setelah mandi reza bergegas menuju café dan memesan secangkir kopi hitam dan roticoklat. reza menatap setiap sudutruangan. Lamunannya pecah, ketika seorang pelayan berambut ikal nan cantik membawakan pesanannya. Sembari tersenyum pelayan itu segera pergi meninggalkan reza dan hidangan diatas meja. Saat reza tengah menikmati sarapan, datanglah iki. Teman sekampusnya difisip. Iki memesan segelas teh panas, sembari menawarkan rokok pada reza. perbincangan hangat pun terjadi. Reza menceritakan masalah yang baru saja menimpa dirinya. Iki mendengar dan merespon keluhan dari temannya ini. iki mengatakan agar reza mengingat lagi kapan, dan dimana reza meletakkan handphone tersebut sebelum hilang.Reza menjelaskan semalam dia sempat mencharge handphone dicafe sebelum dia dan ketiga teman termasuk iki, pulang ke koskosannya masing2. Karena terlalu ngantuk reza tidak peduli lagi dengan barang bawaannya. Iki yang merasa iba kepada reza langsung menelpon artur, dean dan kevin. Artur mengatakan sewaktu keluar dari café dia sudah tidak memperhatikan sekeliling lagi, dean dan kevin juga meberi jawaban yang sama dengan artur. Misteri handphone yang hilang, iki berkata lirih dalam hati. Hujan mulai reda, reza dan iki pun mengakhiri perbincangan. mereka segera meninggalkan café. Sesampainya dikos iki kemudian menelpon artur, dean dan kevin. Iki mengajak semua temannya untuk bertemu dan membahas masalah reza. Malam minggu kelabu bagi reza.Seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah jomblo hilang handphone pula. Miris memang bagi pemuda 23tahun melewati malam minggu dengan berdiam diri dikos sendirian. Bagi reza handphone adalah nyawanya yang kedua. Pacar yang setia dalam suka maupun duka. Lamunan reza pecah saat keempat temannya datang. Mereka mengajak reza untuk jalan2. Reza mengiyakan dan pergilah mereka ke café. Sesampainya disana mereka memesan makanan dan minuman. Semua menu dibayar oleh dean mengingat dia baru saja menerima gaji hasil keringat dari menjaga toko bangunan milik dosen dikampusnya. Suasana penuh suka. Kevin pun melihat raut wajah reza yang sedari tadi kusut tanpa tawa. Melihat situasi tidak memungkinkan iki lantas menyodorkan tas plastik hitam kepada reza.
Reza menatap iki dengan wajah lesu. Kevin, dean dan artur saling bertatapan dengan wajah penuh senyum. 
Reza meraba dengan rasa penasaran, iki menyuruh reza untuk melihat isi tas tersebut. Mereka bertiga kemudian melanjutkan makanan mereka dengan lahap. Reza kaget bukan kepalang, bias-bias kegembiraan terpancar jelas dari wajahnya. Dia tidak menyangka handphone kesayangannya kembali tanpa kurang satu apa pun. Diciumnya handphone tersebut sembari mengucap syukur kepada tuhan karena handphonenya sudah kembali. Reza menanyakan handphone miliknya itu ada ditangan iki. Iki kemudian menceritakan kronologi yang sebenarnya. Dean, artur dan kevin hanya tertawa.Mendengar cerita dan melihat paras reza yang begitu pilu. Reza sebenarnya lupa bahwa handphonenya itu tertinggal diatas meja akibat tergesagesa meniggalkan café tanpa memeriksa lagi barang bawaanya.Untungnya iki melihat handphone tersebut dan menyimpannya sebelum disadari oleh pengunjung yang lain. Dean, artur dan kevin mengingatkan pada reza agar lebih teliti dengan barang bawaan sebelum pergi. Reza tersipu malu dan mereka pun merayakan kebahagiaan itu dengan menikmati hidangan mereka masing-masing. 

TAMAT…
Follow mytwitter @rizalisme_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar