sore yang indah dihari selasa.
Hari itu gue pulang dari kampus, setelah seharian menghabiskan waktu berkutat dengan perkuliahan. Sesampainya dikos, gue langsung menaruh semua perlengkapan gue diatas meja belajar. kecuali mantan yang gue titip dengan sopan di Sisi-Nya. Sesudah itu gue mandi. gue tahu kalo masa keharuman deodorant sudah mulai habis dan lu bisa bayangin gimana aroma lejit keringat yang berkumpul menjadi burket [bubur ketek] dan menodai sudut bawah lengan baju. Setelah mandi gue bergegas pergi dirumahmakan menikmati makan malam yang sederhana, dengan keindahan malam. abis makan gue pulang. Dalam perjalanan gue ngerasa ada sesuatu yang gak enak dalam hati, tiba-tiba gue jadi resah. Gue bertanya lirih dalam hati ‘ada apa ini?’ Sesampainya dikos gue meriksa lagi semua catatan gue, semua isi dalam kamar gue, dan inilah awal dari sebuah malapetaka yang sebenarnya.
gue kembali kemeja belajar untuk membuat tugas yang gue diberikan sama dosen gue dikampus. gue buka lemari dan gue ambil laptop kesayangan gue tanpa ada rasa canggung. Ketika semua siap, gue buka laptop gue dengan tenang, gue nyalain ‘lho kok gak nyala?’ gue mulai panik. gue periksa lagi kabel dan arus listriknya tapi semua dalam keadaan bagus. Gue coba hidupin lagi ‘kok gak nyala juga sih? Trus gue ambil charge laptop, gue colokin dan ternyata benar. Laptop gue wafat. ‘Astaga!! Ada apa ini? gue berontak sendiri dalam kamar. gue bertanya2 dalam keheningan, ‘kenapa? Kenapa bisa begini? Laptopku..?!’ gue ngerasa kayak difilmfilm, ketika si jagoan tahu pacarnya sudah tidak bernyawa lagi. Dramatis abis. Gue paksa nyalain tetap gak jadi, pikiran gue kacau. Gue ketaketik keyboardnya, gue tiupin speakernya, gue dekap erat laptop gue, berharap ada keajaiban tapi tetap gak ada reaksi, yang timbul hanyalah ketakutan. gue sempat berpikir ‘gimana kalo gue ngasih nafas buatan aja? Siapa tau dia siuman!!’ tapi itu bukan pilihan yang cerdas. Gue tatap sekeliling gue yang sesak dengan keheningan.
Hari itu gue pulang dari kampus, setelah seharian menghabiskan waktu berkutat dengan perkuliahan. Sesampainya dikos, gue langsung menaruh semua perlengkapan gue diatas meja belajar. kecuali mantan yang gue titip dengan sopan di Sisi-Nya. Sesudah itu gue mandi. gue tahu kalo masa keharuman deodorant sudah mulai habis dan lu bisa bayangin gimana aroma lejit keringat yang berkumpul menjadi burket [bubur ketek] dan menodai sudut bawah lengan baju. Setelah mandi gue bergegas pergi dirumahmakan menikmati makan malam yang sederhana, dengan keindahan malam. abis makan gue pulang. Dalam perjalanan gue ngerasa ada sesuatu yang gak enak dalam hati, tiba-tiba gue jadi resah. Gue bertanya lirih dalam hati ‘ada apa ini?’ Sesampainya dikos gue meriksa lagi semua catatan gue, semua isi dalam kamar gue, dan inilah awal dari sebuah malapetaka yang sebenarnya.
gue kembali kemeja belajar untuk membuat tugas yang gue diberikan sama dosen gue dikampus. gue buka lemari dan gue ambil laptop kesayangan gue tanpa ada rasa canggung. Ketika semua siap, gue buka laptop gue dengan tenang, gue nyalain ‘lho kok gak nyala?’ gue mulai panik. gue periksa lagi kabel dan arus listriknya tapi semua dalam keadaan bagus. Gue coba hidupin lagi ‘kok gak nyala juga sih? Trus gue ambil charge laptop, gue colokin dan ternyata benar. Laptop gue wafat. ‘Astaga!! Ada apa ini? gue berontak sendiri dalam kamar. gue bertanya2 dalam keheningan, ‘kenapa? Kenapa bisa begini? Laptopku..?!’ gue ngerasa kayak difilmfilm, ketika si jagoan tahu pacarnya sudah tidak bernyawa lagi. Dramatis abis. Gue paksa nyalain tetap gak jadi, pikiran gue kacau. Gue ketaketik keyboardnya, gue tiupin speakernya, gue dekap erat laptop gue, berharap ada keajaiban tapi tetap gak ada reaksi, yang timbul hanyalah ketakutan. gue sempat berpikir ‘gimana kalo gue ngasih nafas buatan aja? Siapa tau dia siuman!!’ tapi itu bukan pilihan yang cerdas. Gue tatap sekeliling gue yang sesak dengan keheningan.
Akhirnya gueteriak ‘TIIIDDDDAAAAAKKKK…!!!!
teriakan gue tidak merubah segalanya, yang terjadi malah gue digertak sama
tetangga kamar gue. gue sedih, gue belai laptop gue yang malang seraya berucap ‘laptopku
bangunlah..!’ gue kecup keyboardnya ‘laptopku bicaralah’ suasana mengharukan. setelah
berjamjam gak nyala, akhirnya gue sadar mana mungkin laptop bisa bicara. Sampai
akhirnya gue bawa laptop gue ke tempat service. gue tunggu berjamjam dengan
harapan semoga laptop gue baik-baik aja.
Setelah melakukan pemeriksaan intensif tukang service itu datang dan mengatakan, ‘laptop anda sudah jadi,’ gue Tanya ke dia ‘rusaknya karena apa ya?’ tukang service itu mengatakan ‘laptop anda hanya terjangkit virus, biasalah semua laptop juga akan begitu’ gue senyum. Laptop gue selamat dari operasi medis yang dilakukan tim dokter, lho kok tim dokter? Maaf maksud gue tukang service. Tukang service berkata sama gue dengan sorot mata yang nanar. Kita berdua bertatapan dan ah, gue mulai ngerasa ini hal yang absurd. Tukang service mengatakan ke gue untuk selalu menjaga dengan baik dan jika ada sesuatu yang udah gak diperlukan mendingan delete aja agar tidak memnuhi file. Gue mengiyakan, gue bersyukur banget karena laptop gue udah jadi. Setelah dites berkalikalidan gak ada hambatan akhirnya gue bayar ongkos perbaikan dan segera pulang ke kos dengan hati yang tenang.
Setelah melakukan pemeriksaan intensif tukang service itu datang dan mengatakan, ‘laptop anda sudah jadi,’ gue Tanya ke dia ‘rusaknya karena apa ya?’ tukang service itu mengatakan ‘laptop anda hanya terjangkit virus, biasalah semua laptop juga akan begitu’ gue senyum. Laptop gue selamat dari operasi medis yang dilakukan tim dokter, lho kok tim dokter? Maaf maksud gue tukang service. Tukang service berkata sama gue dengan sorot mata yang nanar. Kita berdua bertatapan dan ah, gue mulai ngerasa ini hal yang absurd. Tukang service mengatakan ke gue untuk selalu menjaga dengan baik dan jika ada sesuatu yang udah gak diperlukan mendingan delete aja agar tidak memnuhi file. Gue mengiyakan, gue bersyukur banget karena laptop gue udah jadi. Setelah dites berkalikalidan gak ada hambatan akhirnya gue bayar ongkos perbaikan dan segera pulang ke kos dengan hati yang tenang.
…selesai…
twitter: @rizalisme_
twitter: @rizalisme_